Sabtu, 21 Februari 2009

iman kepada qodo dan qodar

IMAN KEPADA QODO DAN QODAR

1. Pengertian Qadha dan Qadar Menurut bahasa Qadha memiliki beberapa pengertian yaitu: hukum, ketetapan,pemerintah, kehendak, pemberitahuan, penciptaan. Menurut istilah Islam, yang dimaksud dengan qadha adalah ketetapan Allah sejak zaman Azali sesuai dengan iradah-Nya tentang segala sesuatu yang berkenan dengan makhluk. Sedangkan Qadar arti qadar menurut bahasa adalah: kepastian, peraturan, ukuran. Adapun menurut Islam qadar perwujudan atau kenyataan ketetapan Allah terhadap semua makhluk dalam kadar dan berbentuk tertentu sesuai dengan iradah.

2. sehingga apa pun yang terjadi di dunia dan yang menimpa diri manusia pasti telah digariskan oleh Allah Yang Mahakuasa dan Yang Mahabijaksana. Semua telah tercatat secara rapi dalam sebuah Kitab pada zaman azali. Kematian, kelahiran, rizki, nasib, jodoh, bahagia, dan celaka telah ditetapkan sesuai ketentuan-ketentuan ilahiah yang tidak pernah diketahui oleh manusia. Dengan tidak adanya pengetahuan manusia tentang ketetapannya.


3. Intinya adalah dalam TATANAN MANUSIA, maka jalankanlah fungsi kemanusian kita dengan sebaik-baiknya. Malah Allah sampai-sampai merendah "Aku tak akan merubah nasib suatu kaum kalau kaum itu tidak merubah nasibnya sendiri....". Seakan akan Allah itu ngikut saja atas apa-apa maunya kita. Makanya kalau ada umat manusia ini tidak mau menjalankan kemanusiaannya dengan maksimal, maka dia sendiri yang rugi. Secara umum, siapapun akan mendapatkan nilai dan hasil lebih tatkala dia mau berusaha secara optimum sebagai manusia.

Akan tetapi pada TATANAN KETUHANAN, Allah juga mengatakan : "Manusia itu berbuat makar, rencana-rencana, visions, akan tetapi Aku juga punya Makar, Rencana-rencana, dan Visions. Sedangkan makar-Ku, Visions-Ku adalah yang terbaik....". Nah kita nggak usah ikut-ikutan protes kepada Allah kalau makar Allah, rencana Allah yang terlaksana berbeda atau bahkan bertolak belakang dengan makar dan rencana yang kita buat dengan otak kita. "The result is in My Hand... !!, kata Allah.

Jadi lakukanlah apa-apa yang menjadi tuntutan atas kita sebagai manusia ini, maka pada TATANAN ALLAH, Dia akan memberikan hasil yang terbaik buat kita. Termasuk untuk beriman sekali pun. Walaupun iman itu sendiri adalah hidayah dari Allah, akan tetapi bahan baku iman itu sudah ada pada diri kita. Tinggal kita olah saja langkah perlangkah bahan baku itu sehingga masakan iman yang muncul adalah iman dengan kualitas 'Ainul Yakin, Haqqul Yakin, Itsbatul Yakin. Kalau sudah begini, maka makanan iman dan islam itu akan menjadi santapan kita sehari-hari yang sangat lezat.

Sumber: 1. http://hbis.wordpress.com/iman-kepada-qodo-dan-qodar

2.http://www.dakwatuna.com/seach/qada+dan+qodar/

3.http://shalatcenterjabar.org/index.


nama:WININGSIH




Selasa, 17 Februari 2009

peninggalan kerajaan sunda

Lima tahun lalu, tepatnya tanggal 18 Agustus 2002, di Bojongmenje, Desa Cangkuang, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, ditemukan secara tak sengaja peninggalan Kerajaan Sunda abad ke-7 Masehi, berupa candi Hindu. Kini dikenal sebagai candi Bojongmenje, terletak 500 m dari jalan raya Rancaekek. Temuan tak sengaja ini sempat menimbulkan perhatian masyarakat luas. Para ahli menyimpulkan bahwa candi ini merupakan candi Hindu tertua, lebih tua dari candi Borobudur di Jawa Tengah, seumur dengan candi Dieng. Menurut sesepuh sana, di wilayah Bojongmenje dikabarkan terdapat 3 candi lain, yaitu candi Kukuk di Rancamalaka, candi Orok di Bojongmenje, dan candi Wayang di Legokrampa. Yang disebut candi Orok tersebut sebetulnya itu adalah candi Bojongmenje. Tak ada keterangan yang jelas mengapa renovasi dan pemeliharaan candi peninggalan kerajaan Sunda itu melempem tak dilanjutkan. Saya teringat tembang sunda Cianjuran (Papatet) yang dilantunkan oleh Nenden Dewi Kania, juara Damas tahun 2003. VCD-nya telah dijual di toko-toko kaset: Pajajaran kari ngaran. Pangrango geus narikolot, Mandalawangi ngaleungit. Nya dayeuh ngajadi leuweung, Nagara geus lawas pindah. Saburakna Pajajaran; Di gunung Gumuruh suwung. Geus tilem jeung nagarana. Padahal, di setiap kabupaten di Jawa Barat terdapat banyak peninggalan zaman dulu, seperti di Majalengka (Kerajaan Talaga), di Tasikmalaya (Kerajaan Galunggung), di Bogor (Batutulis dari Prabu Sinala Aji). Sanghyang Tapak di Cibadak, Sukabumi, prasasti Kawali di Banten, prasasti Tugu, prasasti Ciaruteun, prasasti Kebun Kopi, dan prasasti Pasir Jambu, dan banyak lagi peninggalan sejenis tersebar di wilayah Jawa Barat. Banyak di antara kita yang sudah tak kenal lagi kerajaan Galunggung yang pernah jaya pada abad ke-8. Kerajaan ini terletak di perbatasan Kabupaten Ciamis dan Tasikmalaya sekarang. Pada zaman kerajaan Genuh dan Galuh, Galunggung telah menjadi daerah Kabuyutan raja-raja Sunda, tempat berkumpulnya para intelektual kerajaan zaman itu.Akhir-akhir ini diberitakan ada dua arca yang berada di taman dekat kandang burung di Kebon Binatang, Jalan Tamansari Bandung, yang sudah tak terpelihara lagi. Arca-arca tersebut berasal dari abad ke-11 M atau zaman Kerajaan Pajajaran. Menurut penelitian Dra. Endang Widyastuti dari Balai Kepurbakalaan Bandung tahun 2004, arca perempuan adalah arca Dewi Durga atau Dewi Durgamaha Sisuramardhini istri dewa Siwa. Arca laki-laki berbentuk pria berjanggut adalah resi Agastya. Kedua arca memiliki nilai historis sebagai peninggalan dari zaman kerajaan Pajajaran ("PR", 28 November 2007). Berdasarkan UU Cagar Budaya No. 59/1992, kedua arca tersebut seharusnya mendapatkan perlindungan dan pemeliharaan. Saya suka iri apabila melihat perlindungan dan pemeliharaan sisa-sisa peninggalan kerajaan lama yang dilakukan provinsi lain. Misalnya candi Umbul di Kabupaten Magelang, tepatnya di Desa Candi Umbul, Kecamatan Grebeg.Akhirnya, bukan mustahil peninggalan-peninggalan kerajaan Sunda Pajajaran lambat laun akan punah terlupakan, apabila tak ada upaya penyimpanan dan pemeliharaan yang saksama terhadap mereka. Upaya dimaksud tidak hanya dari pihak pemerintah, namun dari semua pihak, khususnya seuweu siwi Pajajaran. Kita tidak menghendaki "Pajajaran Tinggal Ngaran" (Pajajaran tinggal nama), sebagaimana dilantunkan Nenden Dewi Kania.
Link yang relevan :
http://www.pikiran-rakyat.com/index.php?mib=beritadetail&id=8593

Senin, 16 Februari 2009

SEJARAH YUNANI

SEJARAH YUNANI

Yunani memiliki kesinambungan sejarah lebih dari 5,000 tahun. Bangsanya, disebut Hellenes, setelah mendiami sebagian besar dari daerah Laut Hitam (Efxinos Pontos) dan Laut Tengah menjelajah daerah sekitarnya, menyusun negara bagiannya, membuat perjanjian-perjanjian komersil, dan menjelajah dunia luar, mulai dari Caucasus sampai Atlantic dan dari Skandinavia samapi ke Ethiopia. Sebuah expedisi terkenal dari gabungan daerah-daerah maritim Yunani ( Danaë atau penduduk laut ) mengepung Troy seperti dinarasikan didalam sebuah karya sastra Eropa besar pertama, Homer's Iliad. Bermacam-macam penduduk Yunani ditemukan sepanjang Laut Tengah, Asia Kecil, Laut Adriatik, Laut Hitam dan pantai Afrika Utara akibat dari penjelajahan untuk mencari tempat dan daerah komersil baru.

Selama periode Kalsik (Abad ke 5 S.M.), Yunani terdiri dari daerah-daerah bagian kecil dan besar dalam bermacam-macam bentuk internasional (sederhana, federasi, federal, konfederasi) dan bentuk-bentuk internal (kekerajaan, tirani, oligarkhi, demokrasi konstitusional, dan lain-lain) yang paling terkenal ialah Athena, diikuti oleh Sparta dan Thebes. Sebuah semangat kebebasan dan kasih yang membara membuat bangsa Yunani dapat mengalahkan bangsa Persia, adikuasa pada saat itu, didalam peperangan yang terkenal dalam sejarah kemanusiaan- Marathon, Termopylae, Salamis dan Plataea.

Pada paruh kedua abad ke 4 S.M., banyak daerah-daerah bagian di Yunani membentuk sebuah Aliansi (Cœnon of Corinth) yang dipimpin oleh Alexander Agung sebagai Presiden dan Panglima (Kaisar) dari Aliansi, Raja dari Macedonia ("Yunani takabara" dalam bahasa persia kuno) menyatakan perang dengan Persia, membebaskan saudara-saudara mereka yang terjajah, Ionian, dan menguasai daerah-daerah yang diketahui selanjutnya. Menghasilkan sebuah masyarakat yang berkebudayaan Yunani mulai dari India Utara sampai Laut Tengah barat dan dari Rusia Selatan sampai Sudan.

Pada tahun 146 S.M., Aliansi diatas jatuh ke bangsa Romawi. Pada tahun 330, ibukota negara bagian Romawi berdiri didaerah baru, Roma Baru atau Konstantinopel, sebuah bentuk popular, sebuah nama untuk memperingati Kaisar Romawi, pada saat itu, Konstantin Khloros (Konstantin Agung). Para ahli sejarah sejak abad ke 19 lebih memilih, untuk alasan referensi, menamakan periode terakhir sebagai Bizantium dengan tujuan untuk membedakan 2203 tahun wilayah Romawi menjadi dua periode. Selama periode kedua dunia budaya Yunani klasik dari Yunani Kuno berubah menjadi dunia modern masyarakat barat dan kristen. Kata Bizantium diambil dari wilayah yang sudah ada sebelumnya (Bizantium, dengan Megara sebagai Metropolis) dimana ibukota baru berada, Konstantinopel.

Setelah ibukota dan wilayah jatuh ketangan Turki pada tahun 1453, bangsa Yunani berada dibawah kekuasaan Ottoman hampir selama 400 tahun. Selama masa ini bahasa mereka, agama mereka dan rasa identitas diri tetap kuat, yang menghasilkan banyak revolusi untuk kemerdekaan meskipun gagal.

Pada tanggal 25 Maret 1821, bangsa Yunani memberontak kembali, kali ini berhasil, dan pada tahun 1828, mereka mendapatkan kemerdekaannya. Sebagai sebuah negara baru yang hanya terdiri dari sebagian kecil dari negara modern mereka, perjuangan untuk metahun 1919. Setelah Perang Dunia II kepulauan Dodecanese juga dikembalikan ke Yunanmbebaskan seluruh daerah yang dihuni oleh bangsa Yunani berlanjut. Pada tahun 1864, kepulauan Ionian disatukan dengan Yunani; tahun 1881 sebagian dari Epirus dan Thessaly. Crete, Kepulauan Aegean Timur dan Macedonian ditambahkan pada tahun 1913 dan Thrace Barat


sumber:http://greekem bassy.or.id/pages_in/general/history.html


NURHALIMAH

PATUNGFILOSOF ZAMAN ROMAWI DITEMUKAN DI TURKI

Patung filosof zaman Romawi ditemukan di Turki
Ditulis oleh dzulfikar di/pada Agustus 28, 2008
By : dzulfikar
Para Arkeolog telah menggali bagian-bagian arca/patung besar penguasa Romawi-Marcus Aurelius- di kota kuno Sagalassos, Turki.
Arca/patung batu berukir yang indah tersebut ditemukan di ruangan kamar mandi terbesar kerajaan romawi di Sagalassos, diketinggian pegunungan Turki bagian Selatan.Ruangan berbentuk silang yang ditemukan dalam kepingan-kepingan batu, kemungkinan dipakai sebagai “Frigidarium”-sebuah ruangan dengan kolam air dingin, dimana orang-orang romawi akan berendam didalamnya setelah mandi air panas, BBC melaporkan.
Direktur Tim-profesor Marc Waelkens-dari Unversitas Katolik Leuven, belgia, yang menemukan arca/patung tersebut bersama para mahasiswa mahasiswanya mengatakan,” ketika berkontemplasi mendalam tentang penemuan ini, betul-betul sebuah kerajaan yang sempurna, yang lebih merupakan sebuah kerajaan filosof dibandingkan kerajaan prajurit.”
Para penguasa romawi tersebut, yang memerintah dari tahun 161 - 180 sebelum masehi, digambarkan dalam ukiran yang indah dengan sepatu prajurit dan tubuh yang ditutupi baju baja perang yang terbuat dari perunggu, dan dipenuhi oleh kayu.
Dianggap sebagai salah satu filosof Stoic ternama, Marcus Aurelius dikenal sebagai salah seorang dari “5 raja yang baik”, disamping Nerva, Trajan, Hadrian, dan Antoninus Pius.
Tim tersebut, yang telah menggali ‘Frigidarium” selama lebih dari 12 tahun terakhir, juga melakukan penggalian bagian-bagian patung raja Hadrian dan Faustina (Istri tua dari raja Antoninus Pius)
Waelkens and his colleagues now believe that the room a collection of sculptures depicting the Antonine dynasty, who ruled over the Roman Empire during the second century BC.
Waelkens dan para koleganya sekarang percaya bahwa ruangan yang mengoleksi banyak arca dan patung tersebut menggambarkan dinasti Antonine, yang memerintah kerajaan Romawi selama abad ke-2 sebelum masehi.

sumber:http://dzulfikar wordpress.com/2008/08/28 patung filosof-zaman-romawi-ditemukan-di-turki/

WININGSIH

sejarah batik di Indonesia pada abad ke-5

Batik secara historis berasal dari zaman nenek moyang yang dikenal sejak abad XVII yang ditulis dan dilukis pada daun lontar. Saat itu motif atau pola batik masih didominasi dengan bentuk binatang dan tanaman. Namun dalam sejarah perkembangannya batik mengalami perkembangan, yaitu dari corak-corak lukisan binatang dan tanaman lambat laun beralih pada motif abstrak yang menyerupai awan, relief candi, wayang beber dan sebagainya. Selanjutnya melalui penggabungan corak lukisan dengan seni dekorasi pakaian, muncul seni batik tulis seperti yang kita kenal sekarang ini.

Jenis dan corak batik tradisional tergolong amat banyak, namun corak dan variasinya sesuai dengan filosofi dan budaya masing-masing daerah yang amat beragam. Khasanah budaya Bangsa Indonesia yang demikian kaya telah mendorong lahirnya berbagai corak dan jenis batik dengan ciri kekhususannya sendiri.

fosil manusia pra sejarah


Fosil Manusia Prasejarah Ditemukan di China
Fosil manusia prasejarah yang baru saja digali dari sebuah gua di China dapat memberikan petunjuk sejarah manusia modern. Temuan ini akan menambah bukti-bukti untuk menguak migrasi nenek moyang manusia modern ke Asia Timur yang masih penuh teka-teki.
Dari Gua Tianyuan di dekat Beijing, para peneliti menemukan 34 potongan tulang yang diperkirakan berasal dari satu badan. Pengukuran radiokarbon menunjukkan tulang tersebut telah berumur antara 42 ribu tahun hingga 39 ribu tahun.
Pada periode ini, manusia modern diperkirakan mulai menyebar dari asalnya di Afrika ke berbagai kawasan hingga ke Asia Timur. Sayangnya hanya ada dua bukti fosil yang ditemukan di kawasan Asia sejauh ini sehingga untuk melacak jejak penyebaran manusia masih sulit dilakukan.
"Kita punya fosil dari Gua Niah di Serawak, Malaysia dan sekarang spesimen di China. Kalau Anda pergi ke barat, spesimen berikutnya baru ditemukan di Libanon. Dan tidak ada fosil yang ditemukan di antaranya," ujar Profesor Erik Trinkaus dari Universitas Washington, AS.
Sesuai teori Jalan Keluar Afrika, manusia modern (Homo sapiens) muncul pertama kali di Afrika Timur sebelum menyebar ke seluruh belahan dunia sekitar 70 ribu tahun lalu. Kehadiran manusia modern mendesak manusia purba yang hidup lebih dulu, misalnya manusia Neanderthal.
Kawin silang
Namun, sebagian dari manusia modern sepertinya melakukan kawin silang dengan manusia purba. Hal tersebut mungkin juga dilakukan manusia yang ditemukan di Tianyuan tersebut. Sebab, hasil pengamatan Trinkaus dan koleganya memperlihatkan postur tubuh manusia Tianyuan seperti Homo sapiens, namun memiliki karakteristik manusia purba, seperti gigi depan yang besar.
Ia mungkin hasil perkawinan silang antara manusia modern yang keluar dari Afrika dengan manusia purba yang telah tinggal di Eropa dan Asia. Menuruntya, hal tersebut besar kemungkinannya terjadi.
Ia menambahkan, perkawinan silang terbukti sangat mudah terjadi di dunia hewan. Dua spesies berbeda dari satu keturunan yang telah terpisah sejak dua juta tahun dapat melakukan perkawinan silang dan menghasilkan keturunan yang subur. Misalnya, pada kucing liar Scotlandia yang menjadi jinak melalui proses kawin silang.
Kucing domestik dan kucing liar merupakan spesies berbeda yang terpisah sejak ratusan ribu tahun bahkan jutaan tahun lalu dan memiliki ukuran tubuh sangat berbeda. Namun, perkawinan keduanya dapat menghasilkan keturunan yang subur.
Meski demikian, teori perkawinan silang antara manusia modern dan manusia purba masih kontroversial. Sebagian pakar paleoanthropologi menduga sebagain sifat manusia purba memang masih diturunkan kepada manusia modern sebelum hilang selamanya secara bertahap pada keturunan keturunan berikutnya. Selain itu, belum ada bukti genetik yang menunjukkan terjadinya proses tersebut.
Gaya hidup
Selain melacak asal-usulnya, para peneliti juga berusaha mempelajari gaya hidup manusia modern dari Tianyuan dengan menganalisis tulangnya. Dilihat dari struktur giginya, ia sepertinya meninggal saat bersuia 40 hingga 50 tahunan. Namun, tidak ditemukannya tulang panggul sulit ditentukan jensi kelaminnya.
Di tubuhnya juga terlihat adanya tanda-tanda penyakit. Giginya banyak yang tanggal sebelum mati. Selain itu, terdapat bekas luka di tulang kakinya yang mungkin disebabkan perubahan otot yang menempel padanya karena penyakit tertentu. Meski demikian, ia sepertinya tidak cacat dan tetap bisa beraktivitas secara aktif.
Tulang jari kakinya menunjukkan bahwa ia menggunakan alas kaki. Hasil penelusuran awal yang dilakukan Trinkaus memperlihatkan bahwa jari-jari kakinya mengalami kemunduran yang meungkin disebabkan penggunaan sepatu yang keras di zaman Paleolithikum Awal. Jika hal ini benar, berarti sepatu telah ditemukan jauh lebih awal dari perkiraan sebelumnya, 10 ribu tahun lalu.Sumber: BBCPenulis: Wah

SeJaRaH aBaD 12






Sejarah Islam Indonesia Cirebon-Banten (1500-an -1812)
Katagori :
SejarahOleh : Redaksi 01 Jan 2003 - 12:03 am



Kalangan kesultanan di Cirebon meyakini, pendiri Cirebon adalah Pangeran Walangsungsang. Ia kemudian digantikan oleh Syarif Hidayatullah yang kemudian dikenal sebagai Sunan Gunung Jati yang lahir pada 1448. Dialah yang membangun kesultanan tersebut. Ayahnya ulama dari Timur Tengah, sedang ibunya dipercaya sebagai putri Raja Pajajaran. Sunan Gunung Jati mempunyai ikatan erat dengan Demak. Jika di Demak posisi "raja" dan "ulama" terpisah, Sunan Gunung Jati adalah "raja" sekaligus "ulama". Ia mengenalkan Islam pada masyarakat di wilayah Kuningan, Majalengka hingga Priangan Timur. Bersama kerajaan Mataram, Kesultanan Cirebon mengirim ekspedisi militer untuk menaklukkan Sunda Kelapa (kini Jakarta) di bawah Panglima Fadhillah Khan atau Faletehan, pada 1527. Sekitar tahun 1520, Sunan Gunung Jati dan anaknya, Maulana Hasanuddin melakukan ekspedisi damai ke Banten. Saat itu kekuasaan berpusat di Banten Girang di bawah kepemimpinan Pucuk Umum -tokoh yang berada di bawah kekuasaan Raja Pakuan, Bogor. Pucuk Umum menyerahkan wilayah itu secara sukarela, sebelum ia mengasingkan diri dari umum. Para pengikutnya menjadi masyarakat Badui di Banten, sekarang. Maulana Hasanuddin lalu membangun kesultanan di Surosowan, dan Sunan Gunung Jati kembali ke Cirebon. Setelah Raden Patah meninggal, begitu pula Dipati Unus yang menyerbu Portugis di Malaka, kepemimpinan dilanjutkan oleh Sultan Trenggono. Sunan Gunung Jati-lah yang menobatkan Sultan Trenggono. Anaknya, Maulana Hasanuddin dinikahkan dengan Ratu Nyawa, putri Sultan Demak itu. Mereka dikaruniai dua anak, Maulana Yusuf dan Pangeran Aria Jepara -nama yang diperolehnya karena ia dititipkan pada Ratu Kalinyamat di Jepara. Di Cirebon, dalam usia lanjut Sunan Gunung Jati menyerahkan keraton pada cicitnya, Panembahan Ratu. Setelah itu, kesultanan dipegang oleh putranya, Pangeran Girilaya. Setelah itu Cirebon terbelah. Yakni Kesultanan Kasepuhan dengan Pangeran Martawijaya Samsuddin sebagai raja pertamanya, dan Kasultanan Kanoman yang dipimpin Pangeran Kartawijaya Badruddin. Pada 1681, kedua kesultanan minta perlindungan VOC. Posisi Cirebon tinggal sebagai simbol, sementara kekuasaan sepenuhnya berada di tangan VOC. Sementara itu, Banten justru berkembang menjadi pusat dagang. Maulana Hasanuddin meluaskan pengembangan Islam ke Lampung yang saat itu telah menjadi produsen lada. Di Banten tumbuh tiga pasar yang sangat sibuk. Ia wafat pada 1570. Sedangkan putranya, Maulana Yusuf menyebarkan Islam ke pedalaman Banten setelah ia mengalahkan kerajaan Pakuan pada 1579. Maulana Muhammad -putra Maulana Yusuf-tewas saat mengadakan ekspedisi di Sumatera Selatan (1596), kesultanan lalu dipegang Sultan Abdul Mufakir Mahmud Abdul Kadir (1596-1651). Pada masa itulah, kapal-kapal Belanda dan Portugis berdatangan ke Banten. Demikian pula para pedagang Cina. Ketegangan dengan Kesultanan Banten baru terjadi setelah Sultan Abdul Mufakir wafat, dan digantikan cucunya Sultan Ageng Tirtayasa. Saat itu, Sultan Ageng didampingi ulama asal Makassar Syekh Yusuf. Tokoh ini berperan besar dalam perlawanan Kerajaan Gowa (Makassar) di bawah Sultan Hasanuddin terhadap VOC. Sultan Ageng Tirtayasa yang menganggap kompeni menyulitkan perdagangan Banten, memboikot para pedagang Belanda. Persoalan muncul setelah Sultan Ageng Tirtayasa menyerahkan kekuasaan pada anaknya yang baru pulang berhaji, Abdul Kohar Nasar atau Sultan Haji (1676). Sultan Haji lebih suka berhubungan dengan kompeni. Ia memberi keleluasaan pada Belanda untuk berdagang di Banten. Sultan Ageng Tirtayasa tak senang dengan kebijakan itu. Para pengikutnya kemudian menyerang Istana Surosowan pada 27 Februari 1682. Sultan Haji pun minta bantuan dari Belanda. Armada Belanda -yang baru mengalahkan Trunojoyo di jawa Timur-dikerahkan untuk menggempur Sultan Ageng Tirtayasa. Para pengikut Sultan Ageng Tirtayasa pun menyebar ke berbagai daerah untuk berdakwah. Syekh Yusuf lalu dibuang ke Srilanka -tempat ia memimpin gerakan perlawanan lagi, sebelum dibuang ke Afrika Selatan. Di tempat inilah Syekh Yusuf menyebarkan Islam. Sedangkan Banten jatuh menjadi boneka Belanda. Daendels yang membangun jalan raya Anyer-Panarukan kemudian memindahkan pusat kekuasaan Banten ke Serang. Istana Surosowan dibakar habis pada 1812. Pada tahun 1887, setelah meledak wabah penyakit anthrax tahun 1880 yang menewaskan 40.000 orang dan letusan Gunung Krakatau 23 Agustus 1883 yang menewaskan 21 ribu jiwa, Kiai Wasid dan para ulama memimpin pemberontakan heroik di Cilegon





Perang Dunia Kedua
Dari Wikipedia Bahasa Melayu, ensiklopedia beb

(Dilencongkan dari
Perang Dunia II)
Lompat ke:
pandu arah, gelintar
Perang Dunia Kedua
Arah jam dari kiri-atas: Askar Komanwel di padang pasir; Orang awam China ditanam hidup-hidup oleh tentera Jepun; tentera Soviet semasa serangan pada musim sejuk; Kapal terbang Jepun di atas kapal pengangkut sedia untuk berlepas; tentera Soviet bertempur di Berlin; serangan ke atas kapal selam Jerman.
Tarikh
1 September 19392 September 1945
Tempat
Eropah, Pasifik, Asia Tenggara, China, Timur Tengah, Mediterranean dan Afrika
Hasil
Kemenangan
Kuasa Bersekutu. Penubuhan Pertubuhan Bangsa-Bangsa Bersatu. Kemunculan Amerika Syarikat dan Kesatuan Soviet sebagai kuasa besar. Pemisahan negara-negara dunia kepada Blok Kapitalis dan Blok Komunis, menyebabkan Perang Dingin. (lagi...)
Pihak bersengketa
Kuasa Bersekutu
Kuasa Paksi
Komander
Pemimpin Kuasa Bersekutu
Pemimpin Kuasa Paksi
Korban dan kehilangan
Kematian anggota tentera:Melebihi 14,000,000Kematian orang awam:Melebihi 36,000,000Jumlah kematian:Melebihi 50,000,000
...perincian lanjut.
Kematian anggota tentera:Melebihi 8,000,000Kematian orang awam:Melebihi 4,000,000Jumlah kematianMelebihi 12,000,000...perincian lanjut.
Perang Dunia Kedua memakan masa hampir selama enam tahun dan dianggarkan mengorbankan sejumlah 61 juta orang (tentera dan orang awam). Russia mengalami jumlah kehilangan jiwa yang terbesar berbanding negara-negara lain dengan anggaran hampir 25 juta kematian, diikuti oleh China dengan 11 juta, dan Jerman seramai 7 juta.
Perang Dunia Kedua adalah peperangan yang paling meluas dan mengakibatkan paling banyak kerosakan dalam sejarah dunia moden. Perang Dunia Kedua membabitkan kebanyakan negara dunia, dengan pertempuran di beberapa medan utama berlaku secara serentak, dan mengorbankan sekitar 50 juta nyawa. Peperangan Dunia II ini kebanyakan membabitkan
Kuasa Bersekutu (perikatan negara-negara Komanwel, Perancis, Amerika Syarikat, Kesatuan Soviet, dan China) serta Kuasa Paksi (perikatan negara-negara Jerman, Itali, dan Jepun). Kebanyakan pertempuran berlaku di Medan Eropah Perang Dunia Kedua medan Atlantik dan di sekitar Eropah, dan dalam Peperangan Pasifik medan Pasifik di Pasifik dan Asia Timur.
Perang Dunia Kedia mencatatkan sejarah penting apabila kuasa udara memainkan peranan utama buat pertama kalinya. Malah, operasi pertempuran pertama dalam Perang Dunia Kedua merupakan serangan bom
Jerman terhadap Poland, sementara operasi pertempuran terakhir adalah serangan bom atom Amerika terhadap Nagasaki. Peperangan ini juga melihat Amerika Syarikat keluar daripada dasar mengasingkan diri, kemusnahan dan kebangkitan semula Jerman dan Jepun sebagai kuasa industri utama, dan kemunculan Amerika Syarikat dan Kesatuan Soviet sebagai kuasa besar dunia. Peperangan ini juga secara langsung membawa kepada penubuhan Pertubuhan Bangsa-Bangsa Bersatu, yang ditubuhkan oleh Kuasa Bersekutu yang menang agar pertelingkahan yang sebegitu besar dan menjahanamkan tidak akan berlaku lagi buat selama-lamanya.


Kota Cirebon
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas





(Dialihkan dari Cirebon)
Langsung ke:
navigasi, cari
Cirebon beralih ke halaman ini. Untuk Kabupaten yang bernama sama, lihat pula Kabupaten Cirebon. Untuk kegunaan lain dari Cirebon, lihat Cirebon (disambiguasi).
Kota Cirebon
Kota Cirebon adalah sebuah kota di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Kota ini berada di pesisir Laut Jawa, di jalur pantura. Dahulu Cirebon merupakan ibu kota Kesultanan Cirebon dan Kabupaten Cirebon, namun ibu kota Kabupaten Cirebon kini telah dipindahkan ke Sumber. Cirebon menjadi pusat regional di wilayah pesisir timur Jawa Barat.
Cirebon juga disebut dengan nama 'Kota Udang'. Sebagai daerah pertemuan budaya
Jawa dan Sunda sejak beberapa abad silam, masyarakat Cirebon biasa menggunakan dua bahasa, bahasa Sunda dan Jawa.
Sejarah
Menurut Manuskrip Purwaka Caruban Nagari, pada abad XIV di pantai Laut Jawa ada sebuah desa nelayan kecil bernama Muara Jati. Pada waktu itu sudah banyak kapal asing yang datang untuk berniaga dengan penduduk setempat. Pengurus pelabuhan adalah Ki Gedeng Alang-Alang yang ditunjuk oleh penguasa Kerajaan Galuh (Padjadjaran). Dan di pelabuhan ini juga terlihat aktivitas Islam semakin berkembang. Ki Gedeng Alang-Alang memindahkan tempat pemukiman ke tempat pemukiman baru di Lemahwungkuk, 5 km arah selatan mendekati kaki bukit menuju kerajaan Galuh. Sebagai kepala pemukiman baru diangkatlah Ki Gedeng Alang-Alang dengan gelar Kuwu Cerbon.
Pada Perkembangan selanjutnya, Pangeran Walangsungsang, putra Prabu Siliwangi ditunjuk sebagai Adipati Cirebon dengan Gelar Cakrabumi. Pangeran inilah yang mendirikan Kerajaan Cirebon, diawali dengan tidak mengirimkan upeti kepada Raja Galuh. Oleh Raja Galuh dijawab dengan mengirimkan bala tentara ke Cirebon Untuk menundukkan Adipati Cirebon, namun ternyata Adipati Cirebon terlalu kuat bagi Raja Galuh sehingga ia keluar sebagai pemenang.
Dengan demikian berdirilah kerajaan baru di Cirebon dengan Raja bergelar Cakrabuana. Berdirinya kerajaan Cirebon menandai diawalinya Kerajaan Islam Cirebon dengan pelabuhan Muara Jati yang aktivitasnya berkembang sampai kawasan Asia Tenggara.

Keraton Kasepuhan
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari
Kasepuhan)
Langsung ke:
navigasi, cari


Simbol Keraton Kasepuhan
Keraton Kasepuhan adalah keraton termegah dan paling terawat di Cirebon. Makna di setiap sudut arsitektur keraton ini pun terkenal paling bersejarah. Halaman depan keraton ini dikelilingi tembok bata merah dan terdapat pendopo didalamnya.
Keraton ini memiliki
museum yang cukup lengkap dan berisi benda pusaka dan lukisan koleksi kerajaan. Salah satu koleksi yang dikeramatkan yaitu kereta Singa Barong. Kereta ini saat ini tidak lagi dipergunakan dan hanya dikeluarkan pada tiap 1 Syawal untuk dimandikan.
Bagian dalam keraton ini terdiri dari
bangunan utama yang berwarna putih. Didalamnya terdapat ruang tamu, ruang tidur dan singgasana raja.

Sejarah
Keraton Kasepuhan didirikan pada tahun
1529 oleh [[Pangeran Mas Mochammad Arifin II] (cicit dari Sunan Gunung Jati) yang menggantikan tahta dari Sunan Gunung Jati pada tahun 1506. Beliau bersemayam di dalem Agung Pakungwati Cirebon. Keraton Kasepuhan dulunya bernama Keraton Pakungwati, sedangkan Pangeran Mas Mochammad Arifin bergelar Panembahan Pakungwati I. Sebutan Pakungwati berasal dari nama Ratu Dewi Pakungwati binti Pangeran Cakrabuana yang menikah dengan Sunan Gunung Jati. Beliau wafat pada tahun 1549 dalam Mesjid Agung Sang Cipta Rasa dalam usia yang sangat tua. Nama beliau diabadikan dan dimuliakan oleh nasab Sunan Gunung Jati sebagai nama Keraton yaitu Keraton Pakungwati yang sekarang bernama Keraton Kasepuhan.
Di depan Keraton Kesepuhan terdapat alun-alun yang pada waktu zaman dahulu bernama Alun-alun Sangkala Buana yang merupakan tempat latihan keprajuritan yang diadakan pada hari
Sabtu atau istilahnya pada waktu itu adalah Saptonan. Dan di alun-alun inilah dahulunya dilaksanakan berbagai macam hukuman terhadap setiap rakyat yang melanggar peraturan seperti hukuman cambuk. Di sebelah barat Keraton kasepuhan terdapat Masjid yang cukup megah hasil karya dari para wali yaitu Masjid Agung Sang Cipta Rasa.
Sedangkan di sebelah timur alun-alun dahulunya adalah tempat perekonomian yaitu
pasar -- sekarang adalah pasar kesepuhan yang sangat terkenal dengan pocinya. Model bentuk Keraton yang menghadap utara dengan bangunan Masjid di sebelah barat dan pasar di sebelah timur dan alun-alun ditengahnya merupakan model-model Keraton pada masa itu terutama yang terletak di daerah pesisir. Bahkan sampai sekarang, model ini banyak diikuti oleh seluruh kabupaten/kota terutama di Jawa yaitu di depan gedung pemerintahan terdapat alun-alun dan di sebelah baratnya terdapat masjid.
Sebelum memasuki gerbang komplek Keraton Kasepuhan terdapat dua buah
pendopo, di sebelah barat disebut Pancaratna yang dahulunya merupakan tempat berkumpulnya para punggawa Keraton, lurah atau pada zaman sekarang disebut pamong praja. Sedangkan pendopo sebelah timur disebut Pancaniti yang merupakan tempat para perwira keraton ketika diadakannya latihan keprajuritan di alun-alun.
Memasuki jalan kompleks Keraton di sebelah kiri terdapat bangunan yang cukup tinggi dengan
tembok bata kokoh disekelilingnya. Bangunan ini bernama Siti Inggil atau dalam bahasa Cirebon sehari-harinya adalah lemah duwur yaitu tanah yang tinggi. Sesuai dengan namanya bangunan ini memang tinggi dan nampak seperti kompleks candi pada zaman Majapahit. Bangunan ini didirikan pada tahun 1529, pada masa pemerintahan Syekh Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati).
Di pelataran depan Siti Inggil terdapat
meja batu berbentuk segi empat tempat bersantai. Bangunan ini merupakan bangunan tambahan yang dibuat pada tahun 1800-an. Siti Inggil memiliki dua gapura dengan motif bentar bergaya arsitek zaman Majapahit. Di sebelah utara bernama Gapura Adi sedangkan di sebelah selatan bernama Gapura Banteng. Dibawah Gapura Banteng ini terdapat Candra Sakala dengan tulisan Kuta Bata Tinata Banteng yang jika diartikan adalah tahun 1451.
saka yang merupakan tahun pembuatannya (1451 saka = 1529 M). Tembok bagian utara komplek Siti Inggil masih asli sedangkan sebelah selatan sudah pernah mengalami pemugaran/renovasi. Di dinding tembok kompleks Siti Inggil terdapat piring-piring dan porslen-porslen yang berasal dari Eropa dan negeri Cina dengan tahun pembuatan 1745 M. Di dalam kompleks Siti Inggil terdapat 5 bangunan tanpa dinding yang memiliki nama dan fungsi tersendiri. Bangunan utama yang terletak di tengah bernama Malang Semirang dengan jumlah tiang utama 6 buah yang melambangkan rukun iman dan jika dijumlahkan keseluruhan tiangnya berjumlah 20 buah yang melambangkan 20 sifat-sifat Allah SWT. Bangunan ini merupakan tempat sultan melihat latihan keprajuritan atau melihat pelaksanaan hukuman. Bangunan di sebelah kiri bangunan utama bernama Pendawa Lima dengan jumlah tiang penyangga 5 buah yang melambangkan rukun islam. Bangunan ini tempat para pengawal pribadi sultan.Bangunan di sebelah kanan bangunan utama bernama Semar Tinandu dengan 2 buah tiang yang melambangkan Dua Kalimat Syahadat. Bangunan ini adalah tempat penasehat Sultan/Penghulu. Di belakang bangunan utama bernama Mande Pangiring yang merupakan tempat para pengiring Sultan, sedangkan bangunan disebelah mande pangiring adalah Mande Karasemen, tempat ini merupakan tempat pengiring tetabuhan/gamelan. Di bangunan inilah sampai sekarang masih digunakan untuk membunyikan Gamelan Sekaten (Gong Sekati), gamelan ini hanya dibunyikan 2 kali dalam setahun yaitu pada saat Idul Fitri dan Idul Adha. Selain 5 bangunan tanpa dinding terdapat juga semacam tugu batu yang bernama Lingga Yoni yang merupakan lambing dari kesuburan. Lingga berarti laki-laki dan Yoni berarti perempuan. Bangunan ini berasal dari budaya Hindu. Dan di atas tembok sekeliling kompleks Siti Inggil ini terdapat Candi Laras untuk penyelaras dari kompleks Siti Inggil ini.